A.
Normalisasi
1. Pengertian
Normalisasi menurut Abdul Kadir :
Normalisasi adalah proses untuk
mengubah suatu tabel yang memiliki masalah tertentu kedalam dua buah tabel atau
lebih yang tak lagi memiliki masalah tersebut (kadir, 2003). Pada proses normalisasi selalu diuji beberapa kondisi, yaitu
kesulitan pada saat menambah, menghapus, mengubah dan membaca pada suatu
database. Bila ada kesulitan pada pengujian tersebut maka relasi tersebut
dipecah lagi menjadi beberapa tabel atau dengan kata lain perancangan database
belum mencapai optimal. Proses normalisasi perlu diketahui
terlebih dahulu tahap-tahap normalisasi (Fathansyah, 1995). Adapun tahapnya
sebagai berikut:
a. Bentuk Tidak Normal (Unnormalized Form)
Bentuk ini merupakan kumpulan data yang
akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu, data
dapat tidak lengkap atau terduplikasi, data dikumpulkan apa adanya sesuai
dengan kedatangannya.
a.
Bentuk Normal Pertama (1NF/First
Normal Form)
Ciri dari bentuk normal kesatu ini yaitu pada setiap data
dibentuk dalam flat file, data dibentuk dalam satu demi satu record dan nilai
dari field-fieldnya berupa atomic value.
Tidak ada set atribut yang berulang atau atribut yang bernilai ganda. Tiap
fieldnya hanya satu pengertian, bukan merupakan kumpulan data yang mempunyai
dua arti, hanya satu arti saja dan juga bukan pecahan kata-kata sehingga
artinya lain.
a. Bentuk Normal Ketiga
(3NF/Third Normal Form)Untuk menjadi normal ketiga maka relasi harus dalam bentuk
normal kedua dan setiap atribut yang bukan kunci harus bergantung hanya pada primary key secara menyeluruh.